Dalil Sunnah Berbuka dengan Ruthab
Berbuka puasa dengan kurma ruthob (ruthab/kurma basah) bukan sekadar tradisi, melainkan amalan yang memiliki dasar dalam sunnah. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan ruthab (kurma basah/segar) sebelum shalat; jika tidak ada ruthab, maka dengan tamr (kurma kering); dan jika tidak ada tamr, maka beliau meneguk beberapa teguk air (HR. Abu Daud no. 2356, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).
Urutan Prioritas Berbuka Menurut Sunnah
Dari hadits di atas, para ulama menyimpulkan urutan keutamaan saat berbuka:
- Ruthab (kurma basah/ruthob) — pilihan pertama dan paling utama.
- Tamr (kurma kering) — jika ruthab tidak tersedia.
- Air — jika kurma sama sekali tidak ada.
Urutan ini menunjukkan bahwa ruthob menempati posisi paling utama untuk membatalkan puasa. Karena itu, banyak keluarga muslim di Jakarta dan Jabodetabek berusaha menyediakan ruthob khusus untuk momen berbuka.
Hikmah di Balik Anjuran Ini
Para ulama dan ahli gizi menjelaskan beberapa hikmah memilih ruthob saat berbuka:
- Energi cepat: kandungan gula alami (glukosa dan fruktosa) pada ruthob mudah diserap tubuh, mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
- Lembut di lambung: tekstur ruthob yang basah dan lembut lebih ramah bagi lambung yang kosong dibanding makanan berat.
- Membantu hidrasi: kadar air ruthob yang tinggi turut membantu mengembalikan cairan tubuh.
- Mengikuti teladan Nabi: mengamalkan sunnah bernilai ibadah dan keberkahan tersendiri.
Tata Cara Mengamalkannya
Berikut langkah sederhana berbuka sesuai sunnah:
- Bersegera berbuka begitu waktu maghrib tiba (tidak menunda-nunda).
- Mulai dengan ruthob dalam jumlah ganjil bila memungkinkan (sebagian ulama menyebut keutamaan jumlah ganjil), lalu air.
- Membaca doa berbuka yang ma'tsur.
- Menunaikan shalat maghrib, baru melanjutkan makan besar bila diperlukan.
Ruthob, Bukan Sekadar Manis
Penting dipahami bahwa anjuran ini secara khusus menyebut ruthab/tamr, bukan sekadar "yang manis". Hadits yang sering dikutip tentang "berbukalah dengan yang manis" sebenarnya tidak memiliki sumber yang sahih sebagai sabda Nabi. Yang memiliki dasar kuat adalah berbuka dengan ruthab, lalu tamr, lalu air. Karena itu, menyediakan kurma ruthob asli lebih utama daripada sekadar makanan manis lainnya.
Memilih Ruthob untuk Berbuka di Jabodetabek
Untuk mengamalkan sunnah ini dengan kualitas terbaik, pilih ruthob segar yang ditangani dengan rantai dingin. Rumah Ruthob menyediakan beragam varietas — Ruthob Libya, Barhi Palestina, dan Mazafati Iran — yang disimpan beku di gudang Cakung, Jakarta Timur, dan dikirim segar ke seluruh Jabodetabek. Dengan begitu, momen berbuka Anda tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga nikmat dengan ruthob berkualitas.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi keislaman umum. Untuk perincian fikih, silakan merujuk kepada ustadz atau ulama tepercaya.